RSS
Showing posts with label Be Child FOREVER. Show all posts
Showing posts with label Be Child FOREVER. Show all posts

Lebah Madu, Si Pekerja Keras dan Pembuat Sarang Yang Sempurna


Halo adik-adik! Asahégo!


Kalian semua tentu telah tahu tentang Lebah Madu. Mungkin kalian pernah melihatnya dalam cerita kartun di TV, atau, mungkin ketika kalian bermain di kebun, menguing-nguing jika dekat telinga kita. Tetapi Kakak yakin ada banyak hal yang belum kalian ketahui.

Dahulu, Kakak bersama ayah dan ibu jalan-jalan ke taman kota di daerah Cisangkui, Bandung. Saya gembira sekali. Dan yang paling menggembirakan adalah seorang sahabat baru yang saya temui ketika kami beristirahat. Ia begitu kecil, tetapi ia amat bermakna kepada saya. Saya tidak akan melupakan sahabat kecil saya ini.
Sudah tentu Adik-adik tertanya-tanya siapakah dia?

Sebenarnya, ia adalah seekor lebah madu yang riang. Ia datang kepada saya dan terbang mengelilingi saya. Awalnya, saya merasa takut disengat. Saya menjerit: "Jangan! Tolong jangan sengat saya. Saya tidak mau sakit!". Dan kemudian sesuatu yang aneh terjadi. Lebah itu berbicara kepada Kakak.



Si Lebah Madu : Saya tidak akan menyengat kamu anak baik. Saya hanya mau berteman dengan kamu.
Kak Iyan : Betulkah?
Si Lebah Madu : Ya, tentu saja. Biar saya memperkenalkan diri saya. Saya adalah seekor LEBAH PEKERJA. Saya tinggal di dalam batang pohon, bersama dengan beribu-ribu lebah yang lain.
Kak Iyan : Wah! Kamu mempunyai sahabat-sahabat yang sangat banyak! Apa yang kamu dan sahabat-sahabat kamu lakukan?
Si Lebah Madu : Kami membersihkan sarang kami, mengumpulkan makanan dan membawanya ke sarang, menghasilkan madu yang manis, memanaskan sarang dan menjaganya.
Kak Iyan : Tidakkah kamu merasa cape melakukan semua pekerjaan itu?
Si Lebah Madu : Tentu saja tidak anak manis. Kami lebah-lebah pekerja TETAP BERGEMBIRA mengerjakan tugas-tugas itu. Karena bergembira, kami tidak pernah merasa cape. Hari ini saya dan lebah-lebah lainnya menjaga ratu kami karena akan bertelur.



Kak Iyan : Bagaimana kamu dilahirkan, lebah pekerja yang baik?

Semua lebah madu di dalam sarang melakukan tugas-tugas yang berbeda. Sebagian mengumpulkan makanan sementara yang lain membersihkan sarang atau menghasilkan madu

Si Lebah Madu : Mungkin kamu pernah mendengar bahwa ada seorang LEBAH RATU di dalam setiap gerombolan lebah madu. Lebah ratu adalah lebah betina paling besar di antara semua lebah betina lain. Ia mengeluarkan telur pada masa-masa tertentu. Tetapi kami langsung menjadi lebah ketika telur-telur itu menetas. Ketika telur menetas, kami masih berbentuk ulat putih, yang disebut LARVA, tanpa mata, sayap atau kaki.
Untuk beberapa lama kami terbungkus di dalam sebuah kepompong. Setelah itu, kami berubah dari kepompong menjadi lebah, seperti yang kami lihat.
Kak Iyan : Wah, sungguh menakjubkan ya! Saya ingin bertanya sekali lagi! Bukankah di dalam sarang banyak sekali lebah, apakah tidak berdesakan dan acak-acakan di dalam sarang kamu?
Si Lebah Madu : Oh … tidak pernah. Sebaliknya, kami sangat teratur. BERIBU-RIBU LEBAH TINGGAL BERSAMA, kami hidup TERTIB, TIDAK SALING BEREBUT, dan semuanya sudah ada tempat masing-masing, BEKERJA DENGAN GIAT,

Telur-telur yang dihasilkan oleh lebah ratu di dalam, pada mulanya kelihatan seperti ulat-ulat di dalam gambar di atas. Larva-larva ini makin membesar, berkembang dan berubah menjadi seekor lebah. Gambar besar di atas menunjukkan lebah-lebah pekerja yang berkumpul di sekeliling lebah ratu.
Kak Iyan : Menarik sekali! Saya masih tidak mengerti bagaimana kamu dapat teratur, sedangkan jumlah kamu begitu banyak!
Si Lebah Madu : Kamu merasa heran ya? Tentu saja, karena pakar-pakar sains juga heran dengan hal itu.

Saya akan memberitahumu: Kami mempunyai tugas-tugas tertentu; kami bekerja keras dan MELAKUKANNYA SEBAIK MUNGKIN dan kami TETAP MENJAGA KETERTIBAN di dalam sarang.
Tiba-tiba saya mendengar ibu memanggil, "Yan! Iyan! Di mana kamu?".
Kak Iyan : Ibu saya memanggil. Saya rasa saya harus pergi. Senang bertemu dengan kamu, Lebah Madu. Terima kasih di atas semua yang telah kamu ceritakan kepada saya!

Lebah-lebah madu saling memberi makan antara satu sama lain.

Lebah-lebah mengipas-ngipas sarangnya dengan sayap mereka.

Lebah-lebah mengerumuni sebuah pohon.
Lebah-lebah pekerja memberi makan larva-larva di dalam sel

Si Lebah Madu : Saya juga gembira berkenalan dengan kamu, ANAK PINTAR. Mungkin, kita akan bertemu lagi! Bagaimana kalau bertemu lagi di sini minggu depan? Jika kamu suka, saya akan membawamu ke sarang kami dan menunjukkan bagaimana madu disimpan.
Iyan : Wow, KEREN! Saya akan SENANG SEKALI. Tetapi, tentu saja jika Ayah dan Ibu mengizinkan saya untuk datang ke sini.
Si Lebah Madu : Baiklah, semoga dapat bertemu kamu minggu depan!
Segera setelah saya sampai di rumah, saya mengeluarkan ENSIKLOPEDI HEWAN pemberian ayah sebagai kado ulang tahun. Saya membuka halaman-halaman dan membaca bagian tentang lebah madu. Benda pertama yang menarik perhatian saya adalah gambar kecil seekor lebah madu. Saya merindukan sahabat kecil saya ....
Saya membaca buku tersebut dengan perasaan takjub. Saya sungguh heran dengan apa yang saya baca sampai-sampai tak terasa, waktu yang saya habiskan untuk membaca. Ibu saya bertanya-tanya, apa yang saya lakukan di dalam kamar begitu lama, dan datang untuk melihat saya. Dengan gembira saya menceritakan semua tentang lebah.



Iyan : Ibu, tahukah ibu bahwa lebah madu amat menakjubkan? Mungkin ibu pernah mendengar lebah-LEBAH BETINA MEMBERSIHKAN di dalam sel. Mereka membuang semua sampah-sampah dari lebah lain yang menetas dari kepompong mereka, lebah-lebah yang mati di dalam sarang, dan banyak benda yang bukan kepunyaan sarang. Apakah ibu tahu apa yang mereka lakukan apabila mereka menemui sesuatu yang terlalu besar untuk mereka bawa keluar dari sarang? Mereka MENGAWETKANNYA dengan satu bahan yang dinamakan "PROPOLIS" untuk menghalangi menghasilkan bakteri dan menjaga kesehatan lebah-lebah yang lain.
Sukar untuk dipercaya, tetapi propolis adalah satu bahan anti-bakteria, yaitu untuk menghalangi berkembang biaknya bakteri. Tahukan Ibu di mana mereka mendapatkan bahan ini? Bagaimana makhluk-makhluk kecil ini mengetahui begitu banyak tentang zat kimia?
Bari itu saja yang saya baca, Bu. Kapan-kapan saya akan memberitahu Ibu tentang lebah madu yang lainnya.

Lebah-lebah pekerja bertanggung jawab untuk membuang semua jenis organisme dan larva-larva mati yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan sarangnya.

Lebah-lebah pekerja menolak orang luar masuk ke dalam sarang.

Ibu : Lebah adalah hewan yang kecil tetapi SANGAT BIJAK. Bagaimanapun, adalah salah untuk menganggap kebijaksanaan ini kepunyaan mereka. ZAT YANG MAHA PENCIPTA-lahyang mengajar mereka segala yang mereka lakukan.
Ketika ibu seusia kamu, ibu juga membaca sebuah buku tentang lebah madu yang amat mengagumkan ibu, sama seperti kamu. Kamu boleh teruskan membaca. Ibu suka mendengar lebih banyak tentang lebah madu.




Kemudian, Ibu keluar dari kamar untuk menyiapkan makan malam. Persoalan tersebut masih berputar-putar dalam pikiran saya; di mana lebah madu menemui bahan yang dinamakan "propolis" itu dan di mana mereka belajar menggunakannya? Saya terus membaca dengan penuh rasa ingin tahu.
Buku ini turut menyebut bagaimana lebah-lebah madu menghasilkan propolis. Awalnya mereka mengumpulkan sejenis bahan yang dinamakan DAMAR. Mereka menghasilkan propolis dengan MENCAMPURKAN AIR LIUR mereka DENGAN DAMAR TERSEBUT, dan membawanya ke sarang di dalam kantung khas di kaki mereka.

Lebah-lebah madu mengumpulkan zat-zat yang melekat pada pohon untuk menghasilkan propolis.

Lebah madu menyimpan apa saja yang akan mereka bawa keluar dari sarang dengan cara menyimpannya di dalam kantung di kaki mereka. Dengan cara ini, bahan tersebut akan terkena bakteri dan tidak berbahaya. Hal ini mirip dengan cara mengawetkan mumi.
Tetapi siapa yang mengajar mereka melakukannya? Bagaimana mereka mengetahui bahwa makhluk yang telah mati atau sampah tidak boleh ada dalam sarang mereka? Sedangkan saya sendiri baru mengetahuinya sekarang. Hal itu tentu saja harus dipelajari oleh seekor serangga! Saya menjadi bertambah bingung. Apakah mungkin lebah-lebah madu ini juga mempunyai kesadaran seperti manusia?
Saya tidak berhenti daripada meneruskan pembacaan. Saya berkata sendirian: "Sekarang saya faham sebelum ini saya langsung tidak mengetahui apa-apa tentang lebah!". Saya masih mempunyai banyak persoalan di dalam fikiran saya yang saya sendiri tidak dapat menjawabnya. Tetapi saya pasti lambat-laun saya akan menemui jawapannya.
Buku ini juga memberitahu bagaimana lebah menghasilkan madu. Saya pernah mendengar lebah menghasilkan madu, tetapi saya tidak tahu bagaimana mereka membina indung-indung madu. Malah cara yang mereka gunakan untuk membina indung-indung ini juga adalah suatu keajaiban!




Iyan sedang melukis heksagon-heksagon sarang lebah madu. Tetapi tanpa bantuan penggaris atau komputer, dia tidak dapat berbuat seperti lebah-lebah itu. Kamu juga boleh mencobanya sendiri.

Diceritakan kembali oleh Kak Iyan dari berbagai sumber




Let’s “BANG” Our Brain Children; Learning by Abacus



Otak Manusia



“Ayo nak, terus jalan. Ayo bagus! Sini ambil kuenya, ayo kamu harus berjalan ke sini.”

Kita lihat Kawan, bagaimana seroang bocah yang menginjak satu tahun belajar berjalan. Bagi bocah itu , si makhluk hebat itu, belajar adalah sebuah kesenangan. Ajaib memang, bayi yang tak tahu apa-apa ketika mula dilahirkan ke dunia ini telah melakukan pembelajaran: terus berusaha!

Bocah yang belajar berjalan, akan terjatuh dan puluhan kali terjatuh untuk dapat berjalan. Namun apakah dia menyerah dan tak lagi mencoba untuk berjalan? Tidak! Mereka tak mengenal kata menyerah. Berusaha dan berusaha, sampai akhirnya mereka dapat berjalan dengan baik, melompat, berlari kecil, berjingkat, dan menari. Sebuah makhluk hebat.

Kita baru saja melihat dari kemampuan belajar dan perkembangan fisik dari seorang bocah. Selanjutnya, mari Kawan, kita lihat apa yang ada di balik kepalanya.

Sebuah Otak

Ya, ternyata yang ada di balik kepala seorang bocah adalah sebuah otak. Satu saja, satu buah otak. Karena kita memiliki dua belahan otak, bukan berarti seorang bocah memiliki dua otak. Kalau yang itu namanya otak-otak, kata Pak Achay, guru saya di bimbingan belajar dulu.

Istimewa jugakah otak yang dimiliki seorang bocah?

Sangat super. Di bawah ini saya kutipkan tulisan dari Tony Buzan (dalam Bahasa Indonesia) tentang otak dari bukunya “Quantum Learning”.

*Tahukah Anda ... Otak Anda mempunyai potensi yang sama dengan otak Albert Einstein?
*Anda berhasil mencapai prestasi mengagumkan pada tahun-tahun awal kehidupan Anda, berkat kekuatan pikiran Anda yang menakjubkan.
*Tahun Pertama, belajar berjalan.
*Tahun Kedua, mulai berkomunikasi dengan bahasa.
*Tahun Kelima, mengenal 90% dari semua kata yang biasa digunakan oleh orang-orang dewasa.
*Tahun Keenam, belajar membaca (lebih hebatnya lagi ternyata di masa sekarang, anak-anak umur 3 tahun sudah mulai belajar membaca!)

Belajar Sempoa ... Siapa Takut?!





Setelah kita mengetahui kedua belahan otak dan masing-masing fungsinya, maka kita dapat melakukan sesuatu agar potensi yang dimiliki anak-anak kita berkembang secara optimal. Mulai dari masa pertumbuhan inilah (usia 1-5 tahun, yang dikenal dengan golden age) kita sebagai orang tua harus memberikan MAKANAN YANG BAIK: bersih, sehat, dan bergizi.

Makanan baik terdiri dari dua macam, makanan untuk jasmani dan makanan untuk rohani. Untuk jasmani banyak sekali iklan produk makanan sehat di televisi atau di media cetak. Susu sapi ini, susu sapi itu, madu ini, madu itu, biskuit yang bisa membuat anaka-anak seperti macanlah, dan sangat banyak. Begitu variatif apa yang dapat kita ambil untuk jasmani anak-anak kita. Semuanya baik, tinggal pintar-pintar memilih mana yang paling baik khusus buat anak kita dan sesuai proporsi. Yang lebih baik lagi adalah ASI (air susu ibu), hendaknya diberikan kepada anak sampai usia 2 tahun. Inilah makanan jasmani paling baik. Tak ada duanya dibanding makanan apa pun yang ada di alam.

Lalu apa makanan yang baik buat rohani anak-anak kita? Ingat, otak terdiri dari 2 belahan, tentu saja kedua belahan tersebut harus diberi makan yang seimbang. Jika otak kanan yang cenderung memiliki sifat imajinasi, menyeluruh, warna, maka kita dapat memberikannya sebuah pembelajaran melukis, memainkan alat musik (gitar klasik misalnya), memecahkan puzzle, membuat denah rumah atau peta lingkungan rumahnya sendiri, permainan, tebak-tebakan, bermain sandiwara, dan lainnya.

Belahan satunya, otak kiri yang cenderung memiliki sifat logika, analisis, bahasa, angka, maka kita dapat memberikan sebuah pelajaran berhitung, menyelesaikan masalah, memecahkan teka-teki, bermain monopoli, berperan menjadi seorang pedagang, dan lainnya.

Nah, kita dapat memberikan makanan kedua belahan otak itu secara bersama dengan sebuah pembelajaran. Banyak materi pembelajaran yang memberikan langsung makanan bagi kedua belahan itu. Sebagai contoh, ketika anak kita belajar piano, atau gitar klasik. Dapat pula kita berikan BELAJAR BERHITUNG dengan menggunakan ABACUS atau kita mengenalnya dengan sebutan SEMPOA.

Apa Istimewanya Belajar Sempoa?

Pada tahun 1976 seorang pemikir sekaligus pakar dari Taiwan bernama Chen Shi Cung, mengadakan suatu riset dan kompilasi mengenai perhitungan sempoa. Beliau mendapat hasil yang spektakuler dengan mengubah sempoa sistem “Dua Lima” yang telah dipakai selama ratusan tahun menjadi sistem “Satu Empat”, yaitu sempoa yang sekarang sering kita gunakan.

Sempoa yang diajarkan pada anak-anak (khususnya pada usia 6-10 tahun) mempunyai manfaat luar biasa, karena dalam pembelajaran sempoa anak akan menggunakan kedua belahan otak. Beberapa manfaatnya, antara lain:

Manfaat jangka pendek:

- Dapat menghitung cepat di luar kepala, hasil yang dapat dilihat langsung dari belajar sempoa adalah anak dapat menghitung cepat tanpa alat bantu. Setelah kurang lebih tiga bulan anak yang belajar sempoa masih menggunakan alat bantu sempoa. Setalah itu, si anak akan diajarkan menggunakan mental, yaitu membayangkan alat sempoa dalam pikiran saja.
- Dapat mengurangi rasa takut terhadap hitungan dan angka yang rumit, hal ini disebabkan si anak sudah terbiasa dengan angka-angka.

Manfaat jangka panjang:

- Mengembangkan otak kanan dan otak kiri, selain berlatih berhitung cepat, dalam berhintung dengan mental anak akan membayangkan sempoa. Proses membayangkan sempoa inilah yang merangsang otak kanan bekerja.
- Menumbuhkan konsentrasi dan kesabaran, dengan menggunakan sempoa bayangan, anak dilatih untuk berkonsentrasi, karena untuk mengerjakan hitungan dengan semopa bayangan dibutuhkan konsentrasi tinggi. Sedangkan pada hitungan dengan sempoa, kesabaran anak dilatih, sebab mnggerakkan biji-biji sempoa dibutuhkan kesabaran agar biji sempoa tersebut digerakkan dengan benar, cepat, dan tepat.
- Meningkatkan kreativitas, hal ini berhubungan dengan perkembangan otak kanan anak. Dengan berkembangnya otak kanan tersebut diharapkan kreativitas dan imajinasi anak meningkat.
- Menstimulasi dan mengembangkan kemampuan berpikir analitis, dengan berkembangnya otak kiri, maka daya analisis anak pun akan meningkat.
- Meningkatkan daya ingat, dengan perangsangan otak kiri, maka daya kerjanya pun diharapkan akan meningkat sehingga kemampuan untuk mengingat yang dalam hal ini merupakan kerja otak kiri dapat meningkat pula.
- Koordinasi antara tangan dan otak menjadi lebih baik (kita mengenalnya dengan gerak motorok halus), dengan menggunakan sempoa koordinasi antara pendengaran, penglihatan, otak, dan tangan akan selalu dilatih, karena pada saat mengerjakan soal sempoa indra tersebut harus terkoordinasi.


Miracles In Our Bodies



The Journey that the food we eat makes in the body



Age 1 (Baby)
We obtain the energy needed for bodily functions from various foods and drinks. However, every food that we eat, for example pasta, the meat or the banana, needs to be digested first in order to be ready to be used in the body. These foods are USED BY BODY CELLS after they are digested. The sugar contained in a banana or in an apple provides FUEL for your cells and INCREASES YOUR ENERGY; the proteins contained in meat are essential for THE GROWTH of your cells, and thus of your body. Try to get back to your infancy now.



Age 7 (child)



Age 11 (young/boy)
You were approximately 2-3 kilograms when you were born. Your weight will increase to 30-35 when you are 10, to 40-50 kilograms when 15 and 50-60 kilograms when 20-25 years old.
The reason for this huge difference is the fact that the substances in the foods you consume are added to your body in time. Some of these foods provide the energy you require to RIDE YOUR BICYCLE, TO RUN and TO PLAY, whereas some are added to your body and constitute your flesh and bones.Waste matter is discharged from the body. All these processes are performed in your digestive system. Organs and glands including your stomach, intestines and pancreas have roles in digestion.
The functioning of the digestive system is similar to the working of a petroleum refinery. Crude oil arriving at the refinery as raw material is processed by machines and refined so as to be usable. The foods that we eat are raw materials in the first stage and are then processed in the stomach so as to be used by the body. Having been broken down in the stomach and the intestines, foods become ready to be used as the nourishment of the cells and are conveyed to relevant regions of the body via blood vessels.




A single parent substance is processed in a petroleum the rubber used as the sole of your shoes, are derived from it. Likewise, the nutriments in the foods are broken into fats, sugars and carbohydrates in the stomach. But remember that what happens in your stomach after you eat a delicious sandwich is even more complex than what happens in a refinery. Moreover, this series of actions which we will soon discuss does not take place in a gigantic factory, but in a very small region in your own body.
The total length of the passage through which food is digested is 10 meters (30 feet). This is 6-7 times the average human height and it is marvellous how such a length is fitted into our bodies. How is it that such a long canal has been placed in a human body? The answer to this question reveals once again that there is a special design in the creation of our bodies.
Since the digestive tract, as you can see in the picture on the left page, is coiled up, it is fitted into a very small area, despite its length. This special shape is the perfect design of our Lord,Who created everything. This feature of the digestive system is only one of the wonders that Allah created in our bodies.
Do You Know Why Your Teeth Have Different Shapes?
The reason why they have different shapes is that each has different tasks. For example your front teeth are sharp, so you can bite an apple easily. What if the molar teeth were in the front? Yes, you are right. You would not be able to bite a piece off the apple with your molars. Likewise, if your front incisors were at the back, you would not be able to grind the food you eat.
As in every single part of your body, the teeth in your mouth are also arranged by Allah in the most convenient and advantageous order for you.
Beneficial Bacteria Live At The Back Of Your Tongue

Bacteria are generally known to produce diseases and, to be protected from their harmful effects, people should be careful about the cleanness of both their bodies and the environments they live in. However, not long ago scientists discovered the presence of some beneficial bacteria in the human body, particularly at the back of the tongue. Yes, you've read it correctly; there are beneficial bacteria in your body. The duty of the bacteria behind your tongue is to kill the harmful microbes in your stomach. But surely this is not an easy task and it demands a series of actions. First of all, bacteria convert the nitrate found in green-leafed vegetables like lettuce into nitrite. However, the process is not over yet. Nitrite, in combination with the saliva secreted in the mouth, has an antimicrobial effect. In other words, the bacteria behind your tongue help in the production of a microbe-killing substance. As you know, microbes cause various diseases. Thanks to the beneficial bacteria that produce a microbe-killing substance, you are protected against many diseases. These beneficial bacteria are one of the manifestations of the compassion of our Lord,Who created our bodies in the most perfect way. Allah has given us many beauties and gifts. That these gifts are innumerable is related in a Qur'anic verse as follows:
If you tried to number Allah’s blessings, you could never count them. Allah is Ever-Forgiving and Most Merciful. (Surat an-Nahl: 18)
How Does the Stomach Digest Food



(fruits)
Now let's make a more detailed examination of the process of digestion. Consider breathing, swimming, riding a bicycle, eating… These are parts of our everyday lives, yet most of the time we do not even think how they occur. Our bodies need energy. We have already explained that we obtain this energy from the food we eat. But the nutriments required by the body should be simple and in particles small enough to pass through the blood vessels. Otherwise they cannot permeate the cells. However, the foods we consume are in large pieces. Therefore, we need a machine to enable the body to use the food we eat. In fact, we may briefly call this a grinder, which basically reduces the food we eat to smaller particles. This grinding machine in your body is called the "digestive system".
This system, like all machine systems, is composed of various components and


In our bodies, there is a lifesaving
gate: the epiglottis
which is situated at the top of
the windpipe. This flap covers
the opening to the air Epiglottis open
passages when swallowing,
preventing
food or liquids from
entering the windpipe

Epiglottis shut


thanks to the perfect functioning of each of these components, we can digest food. It is vital that components of the digestive system be harmonious and complete because the whole system fails unless they are so.
Now let us give an example to illustrate why all the components of a system should be complete for the proper functioning of the system:

A remote-controlled car is composed of parts such as wheels, a controlling device, motor, batteries, gear, coil, antenna, etc. Likewise, the digestive system is composed of various components. These include the teeth, tongue, oesophagus, stomach, and intestines.
N o w think. Would a remote controlled car operate if it did not have antenna or wheels? Of course not. The car can run only if all of its parts are present. The same applies to the digestive system. The presence of the stomach would be meaningless unless there were also an oesophagus, since what carries food to the stomach is the oesophagus. In like manner, intestines cannot possibly be of any use unless there is a stomach, because the foods digested in the stomach are passed into the intestines, where they are given the proper form to be conveyed to body cells.
This clearly shows us that our Lord, the Creator of everything, created for us a system that is perfect in every way. This reveals once again that there is no other god than our Lord:
Your god is Allah alone, there is no god but Him. He encompasses all things in His knowledge. (Surah Ta Ha: 98)


The Digestive Machine Starts

Digestion starts in the mouth. Carbohydrates in the foods you eat are first broken down into smaller particles by the saliva in your mouth. For instance, the bread you ate at breakfast started to be broken down initially in your mouth. But it will take longer for the cheese you ate along with that bread to be broken down.
Nutriments broken down in the mouth pass through the oesophagus and reach the stomach. In the stomach is another marvellous state of equilibrium. Digestion of foods in the stomach is performed by a very strong fluid. This fluid is hydrochloric acid. As you know, acids are corrosive materials. They are capable of dissolving what they are in contact with.
For instance, what your mother uses to clear an obstructed plug hole contains acid. Breaking down dirt and waste matters that blocked the pipe, these acids rid it of obstructions. It is thanks to the strong acid found in the stomach that the foods, which are in large pieces when they first arrive the stomach, are broken down into smaller particles that can be used by the body. Yet there is one more point that needs to be noted.
We have mentioned that the food eaten is broken down into pieces by the stomach or gastric acid. So how is it that this acid does not destroy the stomach itself, which is also made of flesh? Now, think about it. The gastric acid digests the meat, for instance, you eat at dinner, yet ignores the stomach, which is in the same way a piece of meat. Why is this so? At this point, the excellence in the creation of our Lord is revealed once again. Allah,Who created everything perfectly, designed a protection so that the stomach itself is not digested.
That is Allah, your Lord. There is no god but Him, the Creator of everything. So worship Him. He is responsible for everything. Eyesight cannot perceive Him but He perceives eyesight. He is the All-Penetrating, the All-Aware. (Surat al-An'am: 102-103)
This protection may be summarised as follows; another fluid, namely "mucous", is secreted during digestion to prevent the hydrochloric acid from breaking down the stomach.

A special mucous layer covers the inner lining of the stomach and protects the stomach from damage by this powerful acid. So the stomach does not digest itself.
The next place on the digestive route is the intestines. Nutriments are broken down into even smaller particles and are made usable by the body as they pass through the two intestines, the large and the small. What is useful in these nutriments is introduced into the bloodstream and the unnecessary residue is discharged from the body by the excretion system. The phases that the food eaten passes through in the intestines are also very important. Digestion continues in the intestines as in the stomach. Nutriments are broken into even smaller particles. They are now so small that they are absorbed by the blood vessels around the intestines and are involved in the bloodstream to be carried to every part of the body.
Children, you must have realised that the digestive system is planned completely and perfectly. During this journey, which starts at the mouth, proceeds along the oesophagus, the stomach and the intestines, the food eaten passes through several phases. And finally the nutriments that our body cells require are obtained. These are absorbed in the intestines and delivered to the body via the bloodstream. Digestion of food would be very hard if this mechanism did not work so perfectly. First of all, if we lacked teeth, we would not be able chew our food sufficiently and it would not go down the throat. Even if it did, it would seriously injure the oesophagus. If our stomach were not able to digest the food, everything we ate would remain as a large mass in the stomach, which would be quite disturbing. Besides, as a result of not being able to digest foods, our bodies would not be provided with the nourishment they require. An unnourished body loses its strength after a while and body cells start to die. But we do not experience such things, because our Lord created every single part of our bodies perfectly. This excellent system runs flawlessly, and we are quite unaware of it. This excellence in creation is related in the following verse:
He is Allah – the Creator, the Maker, the Giver of Form. To Him belong the Most Beautiful Names. Everything in the heavens and earth glorifies Him. He is the Almighty, the All-Wise. (Surat al-Hashr: 24)

One function of the stomach other than digestion is storage: Foods that reach the stomach are kept here for a period. Then they are little by little passed to the small intestine for further
breakdown. If the foods you ate were not stored in your stomach, you would have to eat every 20 minutes because your stomach would always be empty and you would feel hungry all the time.